It all begins with vulnerability & curiosity

English
Bahasa

           I’m building this space because I needed a place to put the things that don’t always fit or belong elsewhere, thoughts that come late at night or in a sudden whisk of a moment, feelings that have lost their voice or didn’t arrive fully formed, and stories that rarely shout but still long to be heard.

           There are times in life when we crave something warm, an ambience that feels like home, a place where things slow down and we’re allowed to take our time, far from the buzz of the world. I hope the pieces shared here grow deeper the longer you sit with them. They may not be perfect, but they’re sincere and honest. And maybe, just maybe, they’ll leave something with you.

           I hope this could be a space where people can unwind, feel deeply, slow down, and reflect. In return, where this space could serve as a quiet corner for anyone longing for connection, whether with themselves or with others. Let’s meet through stories! Imagine a gathering, but where bodies are replaced by woven words and images.

 

-Esoun K.

           Saya membangun ruang ini karena saya membutuhkan tempat untuk mengungkapkan dan menyimpan  hal-hal yang tak selalu pas atau dapat tergolong di tempat lain; pikiran-pikiran yang datang larut malam atau secara tiba-tiba, perasaan-perasaan yang kehilangan suaranya atau tak kunjung utuh wujudnya, dan cerita-cerita yang terkadang enggan bersuara namun juga rindu untuk didengar.

           Ada kalanya dalam hidup kita mendambakan sesuatu yang hangat, suasana yang terasa seperti rumah. Tempat di mana segala sesuatunya melambat dan kita diizinkan untuk menikmati waktu, jauh dari hiruk pikuk dunia. Saya harap karya-karya yang dibagikan di sini akan semakin membekas seiring Anda menghabiskan waktu dengannya, merenungkannya. Karya-karya itu mungkin tak sempurna, tetapi mereka tulus dan jujur. Dan mungkin, mungkin saja, karya-karya itu akan meninggalkan sesuatu untuk Anda bawa.

           Saya harap blog ini bisa menjadi ruang di mana orang-orang dapat bersantai, merasakan sesuatu secara mendalam dengan nyaman, melambat, dan merenung. Harapannya ruang ini dapat berperan sebagai sudut tenang bagi siapa pun yang merindukan koneksi, baik dengan dirinya sendiri maupun dengan orang lain. Mari bertemu lewat narasi! Bayangkan sebuah pertemuan, tetapi di mana tubuh digantikan oleh kata-kata dan gambar yang terjalin.

 

-Esoun K.